Konon, asam lambung kita begitu kuat hingga bisa melarutkan pisau cukur. Asam klorida di lambung kita memang cukup kuat. Tapi, apakah cukup kuat untuk melelehkan pisau cukur?
Asam Klorida (HCl) berkontribusi signifikan terhadap rendahnya pH asam lambung. Namun, asam lambung mengandung sangat sedikit HCl. Bahan-bahan lain termasuk natrium klorida (NaCl) dan kalium klorida (KCl).
Trio asam ini disekresikan oleh sel-sel yang melapisi dinding lambung Anda. Sel-sel ini juga mengeluarkan enzim dan lendir. Lendir ini penting untuk prosedur ini. Lendir ini melindungi lapisan lambung Anda dari asam dan sekresi lambung lainnya, sehingga mencegah kerusakan pada organ sensitif tersebut.
Asam lambung memiliki banyak fungsi bagi tubuh Anda. Asam lambung memecah makanan yang Anda konsumsi menjadi potongan-potongan yang lebih kecil dan lebih mudah dicerna. Asam lambung juga berfungsi sebagai garis pertahanan pertama melawan infeksi dan mikroorganisme yang dapat menyebabkan penyakit. Tindakan ini mengharuskan penggunaan cairan yang sangat asam. Namun, seberapa asamkah asam lambung itu?
Untuk benar-benar memahami seberapa kuat asam lambung, Anda harus terlebih dahulu memahami bagaimana kadar asam dalam cairan diukur. Keasaman dievaluasi menggunakan skala pH yang berkisar antara 0 hingga 14. Keasaman cairan meningkat seiring dengan penurunan pH. Asam baterai, misalnya, memiliki pH nol, yang menunjukkan bahwa ia merupakan asam yang sangat kuat. Cairan yang paling tidak asam berada pada pH 14. Cairan netral, seperti air bersih, berada di tengah, pada pH 7.
Asam lambung memiliki pH 1–2, sehingga sangat asam. Cairan yang paling tidak asam berada pada pH 14. Cairan netral, seperti air bersih, berada di tengah, pada pH 7. Asam lambung memiliki pH 1–2, sehingga sangat asam. Perlu diingat bahwa asam baterai dapat melarutkan logam dan tulang. Asam lambung, dengan pH yang hanya satu atau dua poin lebih tinggi, juga dapat merusak benda-benda yang sangat kuat seperti tulang dan gigi.
Diklaim bahwa asam klorida dalam lambung manusia cukup kuat untuk melarutkan pisau cukur.
Dalam sebuah penelitian, efek cairan lambung buatan pada benda logam yang sering terlihat selama prosedur endoskopi diperiksa secara in vitro, dan perubahan fisikokimia yang dihasilkan dievaluasi. Mereka menemukan bahwa setelah 24 jam di dalam asam, bilah silet telah kehilangan sekitar 37% beratnya. Setelah 15 jam di dalam asam, bilah silet bermata dua melemah hingga dapat patah jika terkena alat. Hanya dalam 2 jam, bagian belakang bilah silet bermata tunggal yang lebih tebal hancur total.
Namun, yang perlu dipahami adalah para peneliti tidak meminta seseorang menelan silet untuk penelitian ini. Sebaliknya, mereka melakukan uji coba di luar tubuh untuk meniru apa yang terjadi di dalam lambung. Akibatnya, kita tidak dapat memastikan hasilnya karena situasi di dalam tubuh mungkin berbeda. Menelan silet dapat mengakibatkan cedera internal yang serius seperti luka pada sistem pencernaan, perforasi, dan komplikasi yang berpotensi fatal seperti pendarahan internal atau infeksi. Jika seseorang menelan silet atau benda tajam lainnya, mereka harus segera mencari bantuan medis.
Asam lambung diperlukan untuk mencerna makanan, namun produksi asam yang berlebihan dapat menimbulkan masalah. Dalam kasus yang jarang terjadi, peningkatan jumlah asam lambung dapat disekresikan. Beberapa penyakit lambung juga dapat menyebabkan peningkatan sekresi asam lambung.
Produksi asam lambung yang berlebihan menyebabkan rasa terbakar di perut bagian atas, gejala refluks, dan dapat menyebabkan tukak lambung.
Sumber:sienseinfo.com
“Suatu kebanggaan bagi saya pernah menjadi santri IMAD di Pesantren Terpadu Daarul Fikri. Di pes...
Sandra Hikmatullah, B.Ed |![]()
Menjadi cerdas dan dewasa tidak lagi membatasi seberapa tua umurmu. banyak hal untuk mewujudkan semu...
Balqis | Universitas Al'ulum At-tatbiqiyyah Alkhossoh Amman Yordania![]()
Banyak yang saya dapatkan selama belajar di IMAD Daarul Fikri. Selain di bekali ilmu pengetahuan da...
Aginanjar | Universitas International Of Africa Sudan![]()
Alhamdulillah selama saya belajar di I’dad Mu’aalimien wa Ad-du’aat (IMAD) Daarul Fikri , saya...
Sandra | Universitas internasional Khortoum Sudan![]()
Alhamdulillah ilmu agama yang saya dapat kan selama di Daarul Fikri menjadi bekal saat ini, sehingga...
Reza Mozan | Universitas Sebelas Maret![]()
Alhamdulillah ilmu yang saya dapatkan dari Daarul Fikri khususnya dengan adanya program tahfidz Qur'...
Karisma![]()

Belum Ada Komentar