Pencarian

+

Guru Yang Didoakan Penduduk Langit dan Bumi

Guru Yang Didoakan Penduduk Langit dan Bumi
Guru Yang Didoakan Penduduk Langit dan Bumi

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرَضِينَ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ (رواه الترمذ)

Terjemah Hadits

Dari Abi Umamah Al-Bahili berkata: Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah, Malaikat serta penduduk langit dan bumi bahkan semut yang ada di dalam sarangnya sampai ikan paus bersholawat untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.”

(HR. Tarmidzi)

Makna Shalawat Bagi Guru

Shalawat umumnya dilantunkan umat Nabi Muhammad SAW untuknya. Selain dilantunkan umat untuk Nabi Muhammad SAW, shalawat juga bisa berasal dari Allah, Malaikat dan seluruh mahlukNya. Al-Munawi dalam At-Taisir Bisyarhi Al-Jami Ash-Shagir menjelaskan bahwa maksud shalawat Allah kepada hambaNya adalah mencurahkan rahmatNya, sholawat malaikat adalah permohonan ampunan kepada Allah untuknya sedangkan sholawat seluruh mahluk Allah SWT adalah mendoakan dan selalu memohonkan ampunan untuknya.


Dari penjelasan tersebut kita bisa memahami betapa mulianya menjadi seorang guru. Tidak hanya mahluk Allah berupa manusia, tumbuhan, hewan darat maupun laut seperti semut dan paus mendo`akan orang yang mengajarkan ilmu sebagaimana yang dicontohkan dalam hadits ini tapi juga Malaikat sebagai penduduk langit memintakan ampunan kepada Allah untuknya. Dan lebih itu Allah SWT sebagai Rabb semesta alam Sang Pencipta langit dan bumi senantiasa mencurahkan rahmat untuknya.


Betapa bahagianya menjadi seorang guru, jangankan manusia, mahluk yang berakal, semut yang berada di dalam lubang dan paus yang berada di kedalaman lautan sekalipun senantiasa berdoa kepada Allah SWT untuk kebaikan seorang guru.

Kriteria Utama Guru yang Mendapatkan Do`a Penduduk Langit dan Bumi

Jika kita perhatikan dari dzahir redaksi hadits di atas, maka kita paham bahwa guru yang akan mendapatkan rahmat Allah, permohonan ampunan oleh malaikat dan doa dari seluruh mahluk Allah SWT adalah muallimin naasi khaira. Al-Mubarakfury dalam Tuhfathul Ahwadzy Bi Syarhi Jamii At-Tirmidzi memaparkan maksud dari muallimin naasi al-khaira adalah seorang yang mengajarkan ajaran agama ulum syar’i atau ilmu apapun yang dapat menuntun manusia kedalam kebenaran dan kebaikan. Mereka itulah guru yang berhak mendapatkan doa dari seluruh mahluk Allah SWT.


Menjadi guru itu panggilan hati. Ikhlas karena Allah SWT. Jangan jadikan profesi ini sebagai batu loncatan untuk mengejar materi dunia apalagi jadi “jalan terpaksa” karena tuntutan pandangan manusia meski penghasilan tak seberapa.


Guru itu bukan hanya sekadar mentransfer ilmu. Sesuai adagium yang umum, bahwa guru itu kependekan dari digugu dan ditiru. Artinya segala ucapan dan perilakunya harus memancarkan kebaikan-kebaikan yang patut ditiru. Di kelas, di lapangan, di sekolah maupun di luar jam sekolah jiwa guru harus tetap melekat pada dirinya.


Semoga Anda yang berprofesi guru, dapat menjadikan pekerjaannya sebagai jalan dakwah yang paling utama. Karena guru itu sebagai pewaris kenabian, dan nabi itu tidak akan mendakwahkan, mengajarkan dan mengajak manusia kecuali kepada kebenaran dan kebaikan. Selamat dan sukses!

Karya: Ust. Novi Maulana Yusup, Lc

Komentar
  1. Belum Ada Komentar
Tambahkan Komentar

Testimonial

Facebook

Twitter